by

FPKB Kulon Progo Prihatin dengan Nasib Petani yang Kesulitan Mendapatkan Pupuk

Kulon Progo, (ProgoNews.com). Kebijakan Pemerintah pusat tentang management pembelian pupuk untuk memang kurang pas dilaksanakanan di lapangan, tetapi itu merupaka satu-satunya kebijakan yang harus di laksanakan dalam management distribusi pupuk sampai ke petani. Hal ini lah yang merupakan keprihatinan FPKB terhadap petani, khususnya yang ada di kulon progo.

Bagaimana petani dapat memaksimalkan hasil padinya, jika jatah pupuk yang dimiliki petani hanya dapat untuk 2 kali tanam padi, sehingga ketika akan menanam padi yang ketiga, petani harus berebut pupuk atau akhirnya membeli pupuk non subsidi, sehingga menjadi beban berat petani utuk masa tanam ketiga, demikian terang Ky Sihabudin warga patuk yang sebagai petani sekaligus Ketua Partai PKB Kulon Progo.

FPKB mendengar keluhan petani baik dari lahan wilayah selatan kulon progo, dan wilayah lainnya di kulon progo, senada dengan keluhan tersebut, kesulitan mendapatkan pupuk memang menjadi permasalahan utama petani, ketika akan menanam padi, bawang merah maupun sayuran agar dapat menanam sepanjang tahun dengan pupuk subsidi pemerintah.

Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo, Titik Wijayanti SE, menanggapi hal tersebut dan menyampaikan “Kebijakan Pemerintah pusat mengenai subsidi pupuk masih membingungkan posisi petani di lapangan, dalam waktu dekat kita akan kirim surat ke DPR RI Komisi 4”.

Sementara informasi yang dapat kita himpun dari kedinasan menjelaskan bahwa perencanaan pupuk bersubsidi dilaksanakan atas dasar eRDKK yang disusun kelompok tani di dampingi PPL atas dasar rekomendasi teknis yang dikeluarkan olek BPTP.

Perbedaan rekomendasi teknis dan teknis pelaksanaan penggunaan pupuk di lapangan pertanian, sangat mungkin menyebabkan kelangkaan pupuk jenis tertentu dikarenakan metode penggunaan pupuk yang berbeda.

Reporter Cahyo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed