by

Nur Eni Rahayu : REFOKUSING Pengusaha Kecil Konstruksi Harus Kencangkan Ikat Pinggang Lagi

Surat Edaran Kemenkeu No. SE-2/PK/2021 tanggal 08 Februari tahun 2021 mengamanatkan beberapa hal, diantaranya, Dukungan pendanaan sebesar 8% DAU untuk penangganan Covid19 dengan ketentuan pemerintah daerah dapat menyesuaikan dukungan pendanaan paling cepat 3 bulan.

Kedua, paling sedikit 30% DID apa tahun 2021 utk penanganan pandemi Covid 19 dan perlindungan social, dan yang ketiga paling sedikit 8% dari Dana Desa digunakan utk penanganan Covid 19 dalam rangka aksi desa aman Covid 19 dan Satgas Desa Aman Covid 19. Selain itu DAK Fisik tahun 2021 agar pelaksanaannya mengutamakan penyerapan sebanyak mungkin tenaga kerja lokal dan atau penggunaan bahan baku lokal. Penyerapan tenaga kerja lokal dilaporkan dalam aplikasi OMSPAN dan menjadi syarat penyaluran DAK Fisik tahap berikutnya.

Hal tersebut di tanggapi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kulon progo Nur Eni Rahayu SE, yang menyampaikan bawa “DAU Kabupaten Kulon Progo sekitar 670 M, sebagian besar untuk gaji, sekitar 500 M lebih dan infrastruktur fisik skt 100 M sehingga akhirnya anggaran infrastruktur yg menjadi Tumbal dan Tambal refokusing”. Lebih lanjut  Mbak Eni, sapaan akrabnya di FPKB, menyampaikan, “Para pengusaha jasa konstruksi harus mau menerima kenyataan bahwa tahun ini masih seperti tahun yang lalu, belum bisa bekerja, kecuali bagi yg memenangkan tender yang bersumber dari DAK Fisik yang semuanya untuk kualifikasi Besar dan utk pengusaha dengan kualifikasi kecil harap bersabar lagi , kencangkan ikat pinggang sekencang-kencangnya”

Kesabaran pengusaha kecil selayaknya diringi  kebijakan Bupati utk merelakan proyek strategis yang mendukung PSN berkualifikasi besar bersumber dr DAU terefokusing, sebagaimana dalam Surat Edaran tersebut tertujunya bukan DPRD, bukan pula sekretaris daerah, TAPD ataupun OPD melainkan langsung kepada Bupati.

Cahyo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed